oh dear, I begin to fade-away every single thing!

Mei 12, 2008

Martian Child: A Parenting Story for All

Diarsipkan di bawah: Review — cippitywitty @ 5:38 pm

AKHIR PEKAN LALU AKU KE ITC KUNINGAN untuk window-shopping. Saking udah lama nggak kesana, jadilah “gelap mata” ngubek-2 ke segala penjuru toko. Tau dong ITC Kuningan, wah seru bgt dagangannya! Mau kelas butik sampe yg 5-feet, ada. Dan tetep, berakhir dg nge-pool di area “surga” DVD bajakannya. Unsure if it is “nge-pool” ato “get drown” he he he..

Aku harus sebut hari itu hari keberuntungan krn dlm sekali sisir, lsg dpt 3 biji film bagus; Around The Universe (ini udah aku cari dr minggu lalu), Bill (Aaron Eckhart rocks!), daaan.. The Martian Child.

Film yg terakhir ini nggak sengaja aku pilih, benar-2 nggak ada di daftar film buruan. But as I mention previously, that day was my lucky day. This one is hell of a movie!

Apa yg membuat film ini istimewa adalah tema yg sdh lama nggak “dioprek” sm sutradara-2 film komersil: tema parenting. Uniknya lagi, alih-2 ambil jenis masalah anak-2 disabled atau retarded, yg diangkat di film ini justru ttg anak yg punya kecenderungan aneh; mengaku makhluk dr planet Mars.

Sinopsisnya: David (John Cussack) adalah seorang penulis fiksi terkenal yg ketika kecil dikenal sbg anak aneh krn senang menyendiri. Dia baru ditinggal mati istrinya dan stlh itu tinggal bersama seekor anjing bernama Somewhere. Entah dpt ilham dr mana, tiba-2 David memutuskan ingin mengadopsi anak. Tapi entah bagaimana juga David kedapatan jatah anak yg unik; namanya Denis, dia mengaku berasal dr planet Mars. Denis awalnya nggak mau keluar dr kardus krn takut sinar matahari akan merusak kulit sensitif ala Mars-nya. Dia jg memakai ban pinggang dari rangkaian batre-2 bekas yg katanya bermanfaat utk menahan massa tubuhnya yg bisa floating krn gaya gravitasi. Denis jg suka menggantung diri secara terbalik, persis spt kalong. Full deh anehnya! Bersimpati krn merasa memiliki kesamaan, David berusaha keras mjd ‘ayah’ buat Denis dan sedikit-2 mengubah anak itu kembali mjd ‘manusia bumi.’

Dari sudut akting, John Cussack memang tipikal jadi dirinya yg biasa; ordinary guy, witty, adorable (those puppy eyes), but not really into playing hard-to-catch. Ada Amanda Peet yg sptnya dipasang sbg cast ‘hiburan’ tapi cukup memberi kesegaran (who can resist those pretty blue eyes?). Akting si pemeran Denis jg sbnrnya biasa aja. So it’s a regular character-base movie though, none appears extra-ordinary than others.

However, I cried and wept when I watched it. What the heck. In some way or another I felt as one of these weird children who believed in such an imaginative thingy. Oh yes, we’re struggled hard to returned back to reality, that ultimately bites. You should watch it whenever you got time, it’ll become a rewarding moment to treasure.

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.