oh dear, I begin to fade-away every single thing!

Success Secrets: Letters to Matthew

Posted by: cippitywitty on: April 8, 2008

“This is the book for anybody who intends to reinvent themselves.”

Saya sdh menyimpan buku ini hampir 1/2 tahun, blm sempat baca krn “sibuk”–in any possible means. Makanya saya bersyukur (let’s say, blessing in disguise) saat saya terkena fettish panic disorder & membuka jln utk jadi commuter. Perjalanan naik KRL ternyata membuat saya punya waktu utk membaca dg nyaman. Maka, terbuka juga akhirnya bungkus plastik buku ini, dan mulailah saya membacanya…

Buku ini ditampilkan seumpama kisah naratif, fiksi, atau novel pada umumnya. Ringan sekali; tidak spt umumnya buku-2 dg tema self-help/self-motivation yg cenderung menggurui atau penuh “step”. Oops, itu penilaian subyektif saya saja. Tapi terbukti buku ini selesai saya baca hanya dlm 4 kali mondar-mandir pakai KRL, dg rata-2 satu perjalanan memakan waktu 1 jam. Cepat ‘kan?

Back to this book, ceritanya ttg seorang salesman bernama Matthew yg sdh bekerja lama di sebuah prshn & mulai jenuh & menurun produktivitasnya. Di luar dunia profesionalnya, Matthew jg sdg menghadapi mslh keluarga. Ujug-2 (nah loh) datang serentetan surat dr guru sejarah SMU-nya, yg isinya menggugah & memompa kembali motivasi Matthew utk meraih mimpinya, yakni mjd spt ayahnya yg seorang salesman hebat. Tahapan demi tahapan mengembalikan kepercayaan diri Matthew sbg individu, seorang salesman, serta kepala keluarga. Hidupnya ber-angsur2 mjd indah, membahagiakan, dan bermakna. Semua mimpinya terwujud dg “mudah”. Sungguh hal yg tak pnh terduga oleh Matthew. Di akhir cerita, Matthew datang mengunjungi rumah gurunya itu. Namun, rupanya sang maestro sdh berpulang ke haribaan-Nya jauh sblm surat-2 yg diterimanya dtg. Jadi, siapa yg menulis & mengirimkannya?

Dari sudut cerita, mungkin yg dijadikan contoh mslh oleh Pak Richards Webster agak kurang dramatis, atau utk saya rada abstrak. Dunia sales sdh lama tidak saya akrabi. Terakhir ya waktu di Multipolar dulu. Secara alur juga agak terlalu “lancar”–mungkin krn proses Matthew mengembalikan kondisi produktivitas profesionalismenya berubah dr “berjuang” jadi “menikmati”–se-akan2 tidak ada lagi hal yg bisa menghambat laju dia. Saya suka sekali dg pendekatan emosional yg kerap dipakai Pak Webster, lantas membuat buku ini jadi manusiawi sekali utk dibaca ulang. He he he maksudnya apa sih itu? Pokoknya kalau pun dibaca ulang (dan pasti dibaca ulang), tdk terasa menggurui atau perasaan lain yg muncul stlh baca buku Steven Covey..

I must say this is the right book in the right moment for me. Read this easy-reading masterpiece if you need encouragement to live your dream once more..

Tinggalkan Balasan

trying to reminiscing here..

alright, what's wrong with worn-out memory? people get older every minutes their brain cells unable to hold important matters anymore. yet I will fight, stand still, stay put, hold my breath, close my eyes, wishing hard I can keep my youth and restrain what people believe as natural dysfunctional phase. I don't wanna lose these beautiful, rewarding experiences God has given me in this short-term journey. why, o why things must be washed away and robbed forcefully from us along the way to the real eternity? should I take it for granted, that all these are merely illusions, so I'll be able to let 'em go, banish from my li'l mind drawer? migosh, what am I talking about? forget already. whatever. nevermind.

Blog Stats

  • 2,701 hits

 

April 2008
S S R K J S M
« Feb   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Kategori

Flickr Photos

onyong 03

onyong 02

onyong 01

More Photos
Watch videos at Vodpod.