oh dear, I begin to fade-away every single thing!

In Love With Bacharach

Posted by: cippitywitty on: Juli 26, 2007

bb.jpg

Citraland lagi. Aku nggak pernah bosan dengan mall itu. Selalu meriah, mampu berganti suasana mengikuti tren dan jarang tidak dipadati pengunjung. Pokoknya, seru deh!

Setelah membuat seorang sahabat happy dengan fasilitas diskon belanja buku di Gramedia, kami turun ke lantai dasar. “Cip, ke tempat jus langganan dulu ya?” pinta dia. “Oh-rayt!”

Sampai di lantai dasar, sayup-sayup terdengar sebuah lagu yang familiar di telinga. “..the look of love is in your eyes..” Aku otomatis scanning area di sekitar situ, hampir seperti gerakan refleks anjing percobaan Pavlov yang langsung merasa lapar saat mendengar lonceng berbunyi. Rupanya di depan “Oh La La” ada stand disc-tarra temporer yang sedang dipadati orang-orang. Uh, ada apa sih?

“Ntar gue nyusul, ya. Mau liat CD dulu,” kataku sambil ngeloyor.

Di sana sudah terpajang sederet CD kompilasi “In Love With Bacharach”. Covernya bergambar sudut bangunan bernuansa biru, seksi banget. Sama seksinya dengan lagu-lagu yang dikompilasi di album produksi Universal Record itu. Selain lagu jagoan The Look of Love (yang sudah dinyanyikan hampir semua penyanyi top dunia), ada juga hits macam Say A little Prayer, Raindrops Keep Falling (di-blend dengan cantik bersama Do You Know The Road To San Jose?), Close To You, A House Is Not A House, Trains and Boats and Planes, Make It Easy On Yourself, I’ll Never Fall In Love Again, Alfie, That’s What Friends Are For, dll. Tak pelak, aku langsung membeli 1 keping CD-nya (padahal sudah janji nggak akan belanja apa-apa hari itu) dan tak sabar untuk segera memutarnya.

Aku tuh addicted banget sama komposisi-komposisi ciptaan Burt Bacharach sejak 10 tahun lalu, mungkin lebih. Tepatnya dimulai waktu nonton film Mike Myer, Autin Power (yg pertama, International Mystery Man) sama gang si berat, aku langsung cari-cari OST-nya yang berisi lagu-lagu jadoel di era flower generation. Mike Myer adalah salah satu penggemar berat Burt, sampai-sampai dia menampilkan sang maestro sebagai cameo di semua sequel film konyol ini. Dua karyanya di OST Autin Power yang pertama ini; The Look of Love (Susanna Hoffs) dan What The World Needs Now is Love (Burt Bacharach and The Posies). Alunan easy-listening dan jazzy ambient dari lagu-lagu itu benar-benar mengenai moodku. Dimulailah pencarian informasi dan CD Burt Bacharach. Aku juga giat mengumpulkan CD jazz kompilasi/album yg memuat interpretasi lain dari lagu-lagu gubahan Burt, seperti albumnya Diana Krall, Sergio Mendez, The Carpenters, kompilasi-kompilasi jazz (original atau bajakan). Sikat semua.

Anyway, siapakah Burt Bacharach itu? Buat kita-kita yang di era 70-an masih gagap informasi—karena masih balita atau belum lahir—sudah pasti sama sekali nggak kenal beliau. Konon di masa sebelum tahun 50 dan 60-an, tren industri musik tidak seperti sekarang. Artis musik sekarang kan rata-rata “rakus”, berperan ganda sebagai vokalis/musisi dan pencipta/penggubah lagu. Kalau dulu tuh penyanyi ya nyanyi aja, lagunya dibuatkan oleh komposer/pencipta lirik lagu lainnya. Di album-album jazz—sbg genre musik tertua—judul lagu tidak sebanyak dan seberagam di genre-genre musik lain, soalnya mereka lebih fokus pada “rasa vokal” dibanding “multi-talent ability”.

Nah, Burt menggubah lagu-lagu yang selalu hits. Banyak penyanyi (terutama yg baru memulai karir) “berebut” karya dia. Burt sendiri merupakan seniman yang cukup idealis, jadinya beliau tidak sekadar mengejar komersialisme. Beliau benar-benar memilih artis yang akan menyanyikan karyanya. Salah satu penyanyi pilihannya: Dionne Warwick (budenya Whitney Houston). Warna suara Dionne langsung membuat Burt kepincut. Dimulailah booming hits lewat alunan suaranya. Sebut saja Make It Easy On Yourself, Don’t Make Me Over, Say A Little Prayer, Do You Know The Way To San Jose?, I’ll Never Fall In Love Again, Walk On By, Anyone Who Had A Heart, This Girl In Love With You, dan yg paling anyar: That’s What Friends Are For.

Burt sebenarnya lebih dikenal sebagai komposer (yg membuat musik dari sebuah lagu). Beliau bekerja sama dengan pembuat lirik lagu, Hal David. Mereka di masanya sangat produktif dan menghasilkan lagu-lagu hits, dan kebanyakan disuarakan oleh Dionne Warwick. Trio ini pernah pecah dan kisruh. Mereka saling menuntut satu sama lain karena tidak puas dengan kontrak kerja (so obvious, it’s all about money). Lalu disusul dengan kegagalan perkawinan Burt, muncul lagu-lagu super-mellow yang merefleksikan insiden kehidupan pribadinya. Tapi beneran, lagu-lagu itu (mungkin karena diinspirasi dari pengalaman pribadi sesungguhnya) sangat terasa “dalem”. Banyak loh lagu-lagu mellow yang terasa vibrasi emosinya karena baik yang bawain atau yang bikin lagu, sama-sama punya pengalaman pribadi yang serupa dengan cerita di lagu itu. *Sobbing*

Dan lagu Walk On By merupakan salah satu soundtrack salah satu tragedy di hidupku. Meskipun nada dan beat lagu itu terdengar riang dan fine-fine  aja, tapi lagu itu nggak lain dan nggak bukan adalah mars para cengeng abis. Aku juga ternyata cengeng amit-amit.

Kembali ke CD In Love With Bacharach lagi. Favoritku di album yang lagu-lagunya di-cover version sama penyanyi Filipina ini adalah yang penggabungan lagu Do You Know The Way To San Jose? sama lagu Raindrops Keep Falling. Asyik banget. Pada titik tertentu dari penggabungan keduanya, ada benang merah nada dan rasa lagu yang ternyata bisa dikawinkan. Ya maklum, komposernya kan satu orang itu. Pasti ada nada atau not kunci yang jadi kesukaan Burt. The Look of Love dan Make It Easy On Yourself-nya juga asyik, bikin aku jadi pengin ikutan berdendang. Cuma ada satu flaw di album ini, dan sama sekali tidak terkait sama Burt Bacharach; tendensi para penyanyinya untuk berimprovisasi dengan berlebihan! Nggak perlu lah, ini bukan album musik R’n B. Soalnya kadang-kadang mereka malah jadi out-of-note alias fales! Ganggu ‘kan?

 

Well over all it’s worth its pricey tag. Dan aku rasa semua orang akan dengan mudah menikmati album ini, di mana aja. Saat sedih dan gembira, lagu-lagu mellow Burt sungguh menenangkan jiwa. Cieh.

5 Tanggapan ke "In Love With Bacharach"

ough….in love with bacharach emang bikin etlinga orgasme lho..hati dibawa naik, turun, happy n sad..
anak2ku umur 2&4 each of them have their own favourite song di album ini..
yang umur 4 senang i’ll never fall in love again, yang umur 2 senang close to you..
dan emaknya seneng semuaaaa
dan cdnya cepet banget abis..

masa sih abis? gile bneeer…
wah seneng deh bisa kenal fans bacharach lain di Indo, soalnya rata2 temenku ngga ada tuh yg suka & kenal. gmn kalo kita bikin komunitas?

setuju!!! ayo bikin club-nya :)

lagu2 bacharach memang asooy!!! di album-nya trijtje oosterhuis juga super keren! dan album ini pun ga kalah menariknya! bikin melayaaaaang :)

HAYOH! setuju bgts bikin Bacharach Club Indonesia. wah, yakin kalo nti anggotanya segudang..

iyo….wah gw susah banget nyari cd nya, ampe skrg juga blm nemu…hikz..
bagi yg punya 2, kasih tw gw dunks, ntr gw gantiin deh
gw kmrn nyari2 gak ketemu
oke, dah… keep jazzin 4 eva!!
muell.panser@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

trying to reminiscing here..

alright, what's wrong with worn-out memory? people get older every minutes their brain cells unable to hold important matters anymore. yet I will fight, stand still, stay put, hold my breath, close my eyes, wishing hard I can keep my youth and restrain what people believe as natural dysfunctional phase. I don't wanna lose these beautiful, rewarding experiences God has given me in this short-term journey. why, o why things must be washed away and robbed forcefully from us along the way to the real eternity? should I take it for granted, that all these are merely illusions, so I'll be able to let 'em go, banish from my li'l mind drawer? migosh, what am I talking about? forget already. whatever. nevermind.

Blog Stats

  • 2,727 hits

 

Juli 2007
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Kategori

Flickr Photos

onyong 03

onyong 02

onyong 01

More Photos
Watch videos at Vodpod.