Posted by: cippitywitty on: Juli 3, 2007
Alright, I’m not a perfect person.
Who doesn’t anyway. Tapi begitulah, hubungan selonggar pertemanan saja bisa menimbulkan konflik yg bikin isi kepala (yg sdh mengkerut kemampuannya ini) jadi “hang”. Nggak nyangka aja bisa begitu, secara aku kan slebor abis; nggak ada pretensi apa2 terhadap orang lain, apalagi yg sekadar “teman”.
Sebenarnya kasus seperti ini nggak baru terjadi sekarang. Sdh dari jaman dulu lah, masa2 awal hubungan pertemanan berubah “penting”. Aku sendiri tipe soliter yg sebenarnya nggak terlalu open sama orang lain. Nggak terlalu butuh juga. Seingatku memang memikirkan orang lain terlalu dalam malah bikin aku susah. Daripada pusing dan sok urus masalah orang lain, aku lebih pilih memberi saran yg tdk memaksa juga. Dan aku jujur kalau berpendapat, I expect people to take it as input. Not as a stabbing knife!
Ah ndak apa-apa juga sih. Ini dunia yg demokratis, orang boleh berpendapat apa saja pada apa saja. Jadi teringat sama bagaimana insist-nya Rifa merobohkan tembok “soliterisme” dan bukannya bikin relief setelah self-disclosure, aku kok malah merasa jadi orang paling banyak masalah sedunia (atau sebaliknya, orang paling nggak punya masalah)! Gila betul efek dahsyat self-disclosure buat aku…
So, to my dear friends who happened to miscommunicate me I’d like to apologies for being profoundly, rudely myself. Aku hanya orang jujur yg pada titik ini merasa nggak perlu berpura-pura jadi sosok manis-manja yg melelahkan itu. Tapi kalau kejujuran itu justru menyakitkan dan seringnya malah menyiksa kalian, aku menerima tantangan utk kembali ke titik awal dimana aku adalah individu tipuan, rekayasa sosok di lingkungan sosial yg penuh kecurigaan dan basa-basi ini. It will certainly take time, but I’m sure I may proceed it once more. All for the sake of “hell-yeah” lasting friendship.
Long life self-abusing!
Komentar Terakhir